Liverpool telah resmi memperkenalkan Naby Keita pada 27 Juni 2018 lalu. Ada pun sebenarnya Keita telah resmi menjadi milik Liverpool sejak musim panas 2017 dengan mahar 59 juta Euro setelah melewati berbagai negosiasi alot dengan pihak RB Liepzieg.
Menurut situs resmi Liverpool, Naby Keita akan mengenakan nomor punggung 8 yang sudah 3 musim tanpa "tuan". Pemilik terakhir dari nomor 8 sendiri adalah kapten legendaris Liverpool, Steven Gerrard, yang telah meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2014/2015.
Tentunya ada perdebatan di kalangan fans Liverpool. Pertanyaan dan pernyataan seperti "mengapa harus 8?" , "apakah dia cukup baik sebagai pewaris Gerrard?", dan "dia belum terbukti" ramai membanjiri kolom komentar di berbagai situs berita atau akun media sosial resmi Liverpool dan fans Liverpool itu sendiri.
Tapi yang perlu disadari wahai fans Liverpool, bahkan sebelum Gerrard memakai nomor ini, ada pemain yang bisa dibilang flop ketika memakai nomor punggung ini. Untuk itu, mari kita bahas 5 pemain pemilik nomor punggung 8 di Liverpool sebelum Naby Keita (tentunya di era Premier League). Kuy, check it out!
1. Paul Stewart (1992 - 1995)
Liverpool menghabiskan sekitar dana 2,3 juta Euro untuk mendatangkan Stewart pada awal musim 1992/93 setelah menghabiskan 4 musim di Tottenham dengan bermain sangat baik sebagai seorang gelandang setelah pernah menjadi seorang striker yang mencetak 24 gol dalam 1 musim bersama Man City.
Dalam 2 tahun waktunya bersama Liverpool, Stewart terus membuat kecewa para fans. Ia bermain lagi sebagai striker di beberapa kesempatan. Tetapi gagal menampilkan performa terbaiknya.
Stewart kemudian tidak bermain 1 pertandingan pun dalam 2 tahun terakhirnya di Liverpool, entah itu dipinjamkan ke klub lain atau berjuang melawan cedera.
Penampilan = 42
Gol = 3
2. Stan Collymore (1995 - 1997)
Setelah menjalani musim 1994-1995 dengan membawa Nottingham finish di posisi 3 Premiership dan mencetak tak kurang dari 22 gol liga, Liverpool berani memecahkan rekor transfer Britania Raya dengan nilai 8,5 juta Euro ketika itu.
Walau begitu, Collymore hanya mencetak 2 gol dari 7 match pertamanya sehingga membuat Ian Rush kembali bermain sebagai partner striker utama, Robbie Fowler. Setidaknya itu terjadi sampai awal Desember ketika Rush harus memulihkan diri setelah menjalani operasi tulang rawan, kombinasi Collymore dengan Fowler mulai mekar.
Collymore diakui sebagai pasangan terbaik untuk Fowler selayaknya Emile Heskey untuk Michael Owen. Di musim pertama partnership-nya dengan Fowler, mereka mencetak total 55 gol dan 47 gol di musim keduanya.
Mungkin momen paling ikonik dari pemain ini adalah ketika ia mencetak gol penentu kemenangan dalam drama 4-3 di Anfield melawan Newcastle yang sampai membuat Martin Tyler histeris, "COLLYMORE CLOSING IN!!!!"
Collymore kemudian dijual ke Aston Villa pada musim panas 1997 karena konfrontasi dengan manajer kala itu, Roy Evans.
Penampilan = 81
Gol = 35
3. Øyvind Leonhardsen (1997-1999)
Pemain yang dibeli dari Wimbledon pada tahun 1997 ini merupakan penggemar Liverpool sejak kecil, idolanya adalah Kevin Keegan dan Kenny Dalglish.
Kebetulan manajer ketika itu, Roy Evans, menyukai pemain Norwegia karena etos kerja mereka sampai mengatakan bahwa banyak pemain dari Skandinavia di Liga Premier yang kurang menonjol tetapi Øyvind mungkin yang paling menonjol.
Leonhardsen adalah gelandang kategori menyerang dengan mata yang tertuju pada gawang lawan. Hal ini dibuktikan ketika ia mencetak 6 gol dari 36 pertandingan di musim pertamanya yang merupakan catatan cukup impresif untuk seorang gelandang.
Sayangnya, ia tak jadi pilihan utama di musim selanjutnya ketika Gerrard Houllier dan Roy Evans memutuskan "bercerai" sebagai duet pelatih.
Ia kemudian dijual ke Goerge Graham-nya Spurs pada akhir musim 1998/1999 setelah gagal meyakinkan Houllier.
Penampilan = 49
Gol = 7
4. Emile Heskey (2000-2004)
Kalian mungkin tak menyangka bahwa Heskey pernah berseragam Liverpool mengingat ia adalah bahan ejekan atau bahan meme terutama ketika kita menengok penampilannya di Piala Dunia 2010 lalu. Faktanya, ia justru menampilkan performa terbaiknya bersama Liverpool.
Didatangkan dari Leicester City dengan memecahkan rekor transfer klub (11 juta Euro). Seperti yang disebutkan di atas, Heskey adalah partner Owen yang paling tepat sebagai kombinasi striker besar dan kecil.
Heskey dan Owen sebelumnya pernah berduet di timnas Inggris U-18. Houllier mendeskripsikan Heskey sebagai pemain yang pekerja keras dan rela berkorban untuk tim.
Heskey menggila di musim penuh pertamanya dengan mencetak 22 gol dari 56 laga di musim "Treble" yang bersejarah itu.
Ia meneror pertahanan lawan dengan mengandalkan kecepatan dan kekuatan, menggunakan tubuhnya sebagai pemantul yang berguna untuk Owen dan rekan-rekannya.
Penampilan = 223
Gol = 60
Gelar = FA Cup 2001; League Cup 2001, 2003; UEFA Cup 2001; UEFA Super Cup 2001.
5. Steven Gerrard (2004 - 2015)
Apalagi yang bisa dikatakan untuk Scouser satu ini? Saya rasa diriku sendiri dan kalian sudah sangat mengenal jelas orang ini.
Pemimpin yang hebat, kuat dalam tekel, tendangan gledek, visi yang luar biasa, mencetak gol-gol hebat, dan membuat umpan brilian ada semua pada Stevie, simpel kan?
Tak diragukan lagi, Stevie berada di antara para legenda elit Liverpool macam Billy Liddell dan Kenny Dalglish. Sayang, ia tak mendapatkan satu pun gelar liga sepanjang kariernya sebagai pemain.
Penampilan = 710
Gol = 186
Gelar = FA Cup 2001, 2006; League Cup 2001, 2003, 2012; UEFA Champions League 2005; UEFA Cup 2001; PFA Young Player of the Year 2001, PFA Player of the Year 2006, FWA Footballer of the Year 2009, PFA Fans' Player of the Year 2001, 2009.





